Hari ini aku bangun pagi dan bersiap untuk ibadah ke gereja seperti biasa. Tapi, hari Minggu kali ini terasa berbeda.
Nggak ada pengumuman khhusus, nggak ada dress code resmi. Bahkan di hari besar seperti natal pun nggak ada pengumaman dress code resmi. Tapi, saat sampai di gereja aku melihat jemaat dominan menggunakan warna merah, putih, dan batik. Spontan dan serempak.
Seolah hati mereka saling terhubung dalam satu semangat dan sukacita yaitu merayakan kemerdekaan, meskipun negara sedang banyak luka.
Hari ini memang perayaan kemerdekaan Indonesia ke-80, tapi rasanya berbeda jauh. Aku bahkan melupakan tanggal ini karena nggak merasakan excited lagi seperti sebelumnya. Di antara mereka yang menggunakan baju merah, putih, atau batik, ada aku yang pakai outer berwarna telur asin.
Aku tahu banyak banget orang-orang yang nggak merasakan perasaan excited akan perayaan tahun ini, tapi dari para jemaat yang secara sadar menggunakan dress code warna serupa buat aku mengerti. Masih ada hati bersukacita atas perayaan kemerdekaan Indonesia di tengah banyak masalah negara.
Well, kalau bicara sukacita karena alasan pencapaian pribadi rasanya nggak mungkin. Para jemaat yang datang ke gereja pasti nggak semua merasakan kesejahteraan dalam berbagai aspek. Ada masalah, luka, kekurangan, kesakitan, bahkan penderitaan yang mereka alami.
Tapi, sukacita memang bukan datang dari pencapain. Sukacita ada karena Tuhan.
1 Tesalonika 5:16-18
5:16 Bersukacitalah senantiasa. 5:17 Tetaplah berdoa. 5:18 Mengucap syukurlah dalam segala hal, sebab itulah yang dikehendaki Allah di dalam Kristus Yesus bagi kamu.
Kalau berpikir sukacita itu atas pencapain pribadi, rasanya terlalu banyak alasan untuk bersyukur. Harus ada alasan dulu untuk bersyukur, lalu bisa bersuskacita.
Banyaknya masalah negara dan berdampak pada warga negara, tapi hari ini jemaat mengajariku bahwa bersukacita itu tetap ada biarpun begitu banyak masalah.
Mereka nggak bilang, “aku cinta Indonesia” saat perayaan kemerdekaan hari ini tapi mereka menunjukkan dari rasa sukacita mereka dengan menggunakan dress code. Turut berbahagia atas kemerdekaan Indonesia, meskipun ada derita yang dialami.
Mereka tetap bersyukur dan bersukacita di tengah banyaknya masalah, apalagi yang membuat mereka bersukacita kalau bukan karena Tuhan?
Kiranya Tuhan Yesus memulihkan negara ini, amin.