Setelah sekian lama coba research dan meyakinkan hati, akhirnya aku memilih untuk memakai menstrual cup. Ini pengalaman pertama kali pakai menstrual cup!
Table of Contents
Apa itu Menstrual Cup?
Menstrual cup merupakan alat berbentuk cangkir yang dimasukkan ke vagina untuk menampung darah haid selama periode menstruasi. Menstrual cup berbentuk seperti cangkir kecil yang terbuat dari bahan medis seperti silikon, karet alam, atau TPE (thermoplastic elastomer). Menstrual cup menjadi produk pengganti pembalut atau tampon sekali pakai.
Kenapa memutuskan untuk menggunakan menstrual cup?
Umumnya perempuan menggunakan pembalut untuk menampung darah haid. Termasuk aku yang sudah menggunakan pembalut semenjak pertama kali haid. Aku memakai pembalut dari Juni 2012 sampai Juni 2021. Artinya sudah 9 tahun lamanya aku berteman dengan pembalut.
Sebenarnya haid adalah momen paling nggak mengenakan karena harus menggunakan pembalut yang mana sering kali ada keluhan setiap haid. Bisa haid sangat bersyukur, tapi pakai pembalut adalah momen yang nggak nyaman. Jadi, berikut alasan aku memutuskan menggunakan menstrual cup:
- Iritasi dan gatal adalah hal yang buat aku pribadi nggak nyaman menggunakan pembalut. Setiap menggunakan pembalut pastinya harus mengganti 4-6 jam sekali. Tapi, iritasi dan gatal adalah hal yang sulit dihindari. Hal ini tentunya mengganggu aktivitas.
- Mengganjal dan malah menghalangi pergerakan. Aku yakin banget banyak perempuan yang terganggu setiap haid karena merasa ada yang mengganjal dan kalau bisa rasanya nggak mau gerak selain untuk mengganti pembalut. Apalagi setiap bersin, batuk, bergeser, dan pergerakan lainnya yang semakin membuat malas bergerak.
- Bau darah sebenarnya nggak menyengat, tapi karena darah yang tertampung pastinya akan lembap saat ditampung pada pembalut jadi malah berbau.
- Selalu nggak bisa workout tiap haid karena serba salah. Mau gerak aktif saat cardio atau pun saat weight lifting pastinya mengganggu banget. Karena banyak aktivitas yang menggunakan kaki malah membuat pembalut bergeser dan menimbulkan iritasi. Aku selalu gagal untuk workout karena itu, sedih.
Karena faktor-faktor tersebut akhirnya aku memutuskan untuk research mengenai menstrual cup. Mulai dari baca artikel berbahasa Inggris, tonton video di youtube, cari thread atau tweet orang-orang di twitter, dan blogwalking.




Orang-orang di lingkungan sekitar belum pernah aku dengar kalau mereka pengguna menstrual cup, jadi atas inisiatif sendiri dan untuk menemukan solusi dari faktor-faktor yang aku alami akhirnya aku menemukan satu thread di twitter yang meyakinkan aku untuk pakai menstrual cup.


Setelah aku merasa cukup dengan informasi yang aku dapat, akhirnya aku mulai pikir mengenai ukuran menstrual cup yang cocok untuk aku. Selanjutnya aku cari di youtube dan mencari dengan kalimat “how to measure cervix for menstrual cup“. Sekali lagi, terima kasih untuk orang-orang yang kasih informasi gratis dan mudah dimengerti.

Aku tau, mengukur serviks itu susah banget. Aku juga mengalami kesulitan saat mengukur serviks, tapi selama mencoba untuk mengukur serviks yang aku lakukan adalah afirmasi ke diri sendiri, “Rileks Na, santai. Inhale-exhale nanti malah otot di vagina kontraksi.”
Berkali-kali aku gagal. Mulai dari hanya bisa seukuran dua ruas jari yang masuk sampai tiga ruas jari berhasil masuk. Penting untuk tau ukuran serviks sebelum beli menstrual cup ya, jangan sampai salah.
Nggak berhenti sampai informasi seputar menstrual cup dan ukuran serviks, pertimbangan mengenai bentuk, brand, ukuran, sampai harga juga jadi pertimbangan.
Karena ukuran serviksku sepanjang tiga ruas jari telunjuk atau 7 cm, jadi kesimpulannya aku memiliki serviks yang tinggi. Pertimbangan mengenai bentuk menstrual cup juga aku pikirkan ya, karena bentuk stem menstrual cup beragam.

Aku sempat juga tonton highlight @maryangline_ mengenai pengalaman pertama kali pakai menstrual cup, ada juga question and answer yang dia jawab dan juga video youtube yang dia upload. Thank you Mary, sangat membantu dan meyakinkan diri untuk coba menstrual cup.

Karena highlight instagram dan video Mary di youtube akhirnya pertimbangan brand bisa aku tentukan, aku memilih brand Soul For Earth.
Sebelumnya, aku sampai buat catatan sendiri perihal menstrual cup. Coret-coretan ini jadi bukti kalau aku pertimbangkan matang-matang untuk membeli menstrual cup.
Review Menggunakan Soul Ring Menstrual Cup
Dari sekian banyaknya brand yang ada di e-commerce dengan segala pertimbangan dan juga bentuk stem menstrual cup, akhirnya menstrual cup dengan stem berbentuk ring yang dijual oleh Soul For Earth jadi pilihan aku. Nggak cuma berbentuk ring, Soul For Earth juga menjual bentuk lain yang sesuai dengan kebutuhan.

Saat pilih menstrual cup menurutku jangan terpaku ke penjelasan seperti untuk perempuan yang berusia 25 tahun, perempuan sudah melahirkan, dan perempuan yang pertama kali menggunakan menstrual cup.
Karena menurutku menstrual cup itu perihal ukurannya bukan ciri di hidupnya. Bisa aja gunain pertimbangan itu, tapi menurutku lebih akurat kalau udah tau ukuran serviks.
Aku perempuan, usia 21 tahun, belum pernah berhubungan seksual, belum pernah menikah, belum pernah melahirkan, ukuran serviks tinggi, dan volume haid sedang. Pertimbangan yang utama untuk aku hanya itu.
Setelah tau harus pilih menstrual cup apa, selanjutnya aku pertimbangkan pemilihan tinggi dari menstrual cup. Aku pilih ukuran M dari Soul Ring Menstrual Cup dengan ukuran:
- Kapasitas: hingga 26ml
- Lebar luar: 43mm
- Panjang cangkir: 49mm
- Batang: 18mm
Harganya Rp174.000
Pertama kali paket menstrual cup datang, aku cukup salut dengan packingnya karena nggak ada plastik sama sekali yang membungkus paket termasuk menstrual cup.














Soul Ring Menstru/al Cup memiliki 3 jenis ukuran yaitu S, M, dan L. Untuk variasi warna ada dua yaitu ring clear dan ring pink special red.

Soul Menstrual Cup memiliki sertifikasi kesehatan internasional (FDA Approved, ISO 13485, CE, SGS, RoHS). Selain itu menstrual cup bisa digunakan 5-10 tahun ke depannya.
Selain membeli menstrual cup, aku juga beli Menstrual Cup Sterilizer dari Soul For Earth.

Beli Menstrual Cup Sterilizer karena aku belum punya panci khusus untuk sterilisasi menstrual cup. Jadi aku memilih untuk membeli Menstrual Cup Sterilizer dengan harga Rp38.000.


Pengalaman Pertama Kali Pakai Menstrual Cup
- Aku mulai dengan terilisasi menstrual cup, bisa dengan cara direbus dalam panci 3-5 menit atau menggunakan Menstrual Cup Sterilizer selama 5-10 menit. Durasi sterilisasi tergantung brand menstrual cup ya. Patokan yang aku lakukan ini berdasarkan brand Soul For Earth.
- Cuci tangan sampai bersih dengan sabun. Nggak cuma menstrual cupnya tapi tangan juga harus bersih ya. Penting untuk menjaga kebersihan area vital.
- Lipat menstrual cup sesuai selera. Dari awal sentuh menstrual cup aku lebih yakin dengan lipatan punch down. Selama menggunakan juga aku lebih nyaman dengan lipatan punch down.
- Rileks, inhale exhale. Awal pertama kali pastinya tegang dan jangan biarin diri merasa tegang. Pelan-pelan coba masukkan menstrual cup. Untuk bagian ini supaya tau pengalaman orang lain, aku saranin untuk nonton video dari Titan Tyara dan Froyonion. Jadi bisa bayangkan dulu ya simulasinya supaya nggak kaget banget walaupun tetap kaget.
- Pastikan menstrual cup udah di posisinya. Ciri menstrual cup udah di tempatnya yaitu nggak mengganjal sama sekali.
- Untuk mengeluarkannya perlu cuci tangan dengan sabun ya, jangan sampai lupa. Tarik stem menstrual cup dan jepit menstrual cup dengan dua jari lalu keluarkan pelan-pelan. Aku tau, ini pasti agak nggak nyaman tapi jangan lupa untuk rileks ya. Inhale-exhale kalau perlu.
- Buang darah menstrual cup dan cuci kembali dengan air. Kemudian bisa digunakan kembali. Kalau udah lihat volume darah di menstrual cup jadi sadar bahwa darah haid nggak sebanyak yang ada di pemalut.
Aku membuat update per hari lewat story Instagram di 2nd acc, jadi saat tulis ini masih tau feelnya.
Hari Pertama
Haid hari pertama datang di Sabtu sore tanggal 7 Agustus 2021, jadi bisa sekalian mandi sore. Aku mulai panasin air sampai matang kemudian tuang ke Menstrual Cup Sterilizer yang udah ada menstrual cup dengan poisisi stem di bawah. Aku tunggu selama 10 menit.
Untuk hari pertama karena pengalaman orang-orang banyak yang share bahwa mereka bisa menghabiskan waktu 30 menit sampai sejam lebih bahkan ada yang gagal. Jadi, aku inisiatif bawa hp dan mulai timer.
Pertama kali coba masukkan menstrual cup sejujurnya sulit banget. Sampai aku pikir, “Kok susah banget? Ini bener nggak sih?”
Pentingnya untuk nonton video pengalaman orang lain menggunakan menstrual cup, jadi ada bayangan dan coba untuk afirmasi ke diri sendiri, “Bisa Na, rileks yaa. Inhale Exhale.”
Mulai dari exhale coba masukkan menstrual cup pelan-pelan sampai aku inisiatif nyanyi di kamar mandi.
Berkali-kali ganti posisi kaki mulai dari kaki kanan di toilet, kaki kanan lebih tinggi di tembok, squat, sampai jongkok. Berusaha cari posisi yang ternyaman, tapi bukannya nyaman yang didapat malah DOMS (delayed onset muscle soreness). Berasa habis coba workout gerakan baru untuk lower body. Ditambah jari yang mulai pegal. Coba ganti jari di tangan kanan dan kiri.
Akhirnya berhasil masuk setelah 35 menit. Tapi, biarpun udah masuk aku masih merasa nggak nyaman. Karena masih mengganjal. Bukan karena menstrual cup belum terbuka di dalam vagina tapi karena posisi stem yang salah. Makanya lumayan mengganggu dan agak sakit.
Duduk juga nggak nyaman, tapi aku tau ini karena posisi stem yang horizontal harusnya vertikal dan juga karena belum terbiasa dengan menstrual cup ada di dalam vagina.
Nggak berhenti di 35 menit pertama, setelahnya sempat aku coba ubah posisi menstrual cup tapi masih agak kesulitan. Ubah posisi juga harus mengeluarkan menstrual cup dan itu sulit. Untuk keluarkan menstrual cup aku menghabiskan kurang lebih 10 menit.
Belum lagi coba untuk masukkan menstrual cup yang menghabiskan waktu kurang dari 10 menit, itu termasuk lama ya. Total waktunya aku habiskan selama 53 menit untuk menstrual cup. Iya, 53 menit itu nggak melulu prosesnya ya tapi menguatkan diri juga makan waktu.
Pegal dan capek. Tapi, aku nggak menyerah gitu aja karena aku mau bisa pakai menstrual cup. Jadi, yang sebelumnya udah selesai mandi dan pakai baju untuk tidur jadi keringatan lagi karena kelamaan di kamar mandi.
Hari pertama berhasil memakai menstrual cup tapi belum nyaman dan agak sakit. Lama kelamaan sepertinya vagina mulai menyesuaikan dengan adanya menstrual cup. Jadi, selama tidur masih merasa agak sakit, cuma mulai terbiasa.
Hari Kedua
Minggu, 8 Agustus 2021.
Bangun tidur pagi masih merasa agak sakit dan belum nyaman. Tapi, aku merasa mulai bisa menerima ada menstrual cup di dalam vagina. Jadi, rasa sakit dan nggak nyaman itu bisa diterima. Karena pada hari itu hari minggu jadi bangun pagi langsung ke kamar mandi dan membuang darah di dalam menstrual cup.
Posisi untuk keluarkan menstrual cup yang aku lakukan yaitu posisi kaki bersiap squat tapi punggung menyender ke tembok. Aku berhasil dengan posisi seperti itu.
Mengeluarkannya masih kurang dari 10 menit, agak lama ya. Hari kedua mulai mengenal pola untuk masuk dan keluarkan menstrual cup. Bisa dibilang mulai mengenal tubuh sendiri.
Darah yang ada di menstrual cup setelah kurang lebih 13 jam digunakan ternyata volume darah yang terisi nggak sampai 15 ml. Aku baru tau kalau volume darah aku nggak begitu deras, hitungannya sedang mungkin ya.
Setelah buang darah dan dibilas air mengalir akhirnya aku coba masukkan lagi dan mulai mudah untuk memasukkannya. Hanya 4 menit dan berhasil masuk. Nggak lupa aku pastikan posisi stem ring menstrual cup vertikal bukan horizontal. Semakin bangga dengan pencapaian bisa gunakan menstrual cup.
Saat buang air besar juga nggak mempengaruhi menstrual cup. Sempat turun karena buang air besar, tapi menstrual cup tentunya nggak bisa dikeluarkan hanya dengan mengejan. Jadi, buang air besar lancar tanpa hambatan meskipun menggunakan menstrual cup. Terpenting menstrual cup masuk dengan benar, pasti nggak akan keluar.
Hari kedua mulai nyaman dan terbiasa, nggak terlalu mengganggu dan merasa sakit lagi.
Saat mandi sore juga masih berusaha untuk keluar dan masukkan, tapi untuk total waktunya nggak sampai 10 menit.
Hari Ketiga
Senin, 9 Agustus 2021.
Semakin menyadari nggak ada ganjal dan rasa sakit sama sekali. Akhirnya di hari ketiga mulai tau sensasi berasa nggak pakai menstrual cup. Hari ketiga juga mulai olahraga cardio.
Demi apa, nggak berasa lagi haid. Merasa nyaman saat olahraga dan nggak mengganggu sama sekali. Aku udah coba berbagai gerakan kaki tapi nggak merasa apa pun. Sakit perut juga nggak, pokoknya berasa nggak haid.
Di hari ketiga aku mulai mikir, penemu menstrual cup berjasa banget. Rasanya mau sungkem ke penemu menstrual cup. Sangat membantu.
Untuk keluar dan masukkan menstrual cup masih sama, usaha.
Kalau dipikir sebenarnya penggunaan menstrual cuma nggak nyaman di keluar dan masukkan, tapi saat pakai seharian malah rasanya nyaman. Aku baru kali ini haid merasa bersih banget. Mau jungkir balik juga bisa. Pokoknya bersih.
Saat mandi sore semakin bisa untuk keluar dan masukkan menstrual cup. Darah yang tertampung lebih dari 7,5 ml.
Dari awal gunain menstrual cup nggak pakai pembalut lagi karena aku yakin nggak akan bocor selama menstrual cupnya terbuka di dalam vagina.
Hari Keempat
Selasa, 10 Agustus 2021
Aku coba workout lagi dan masih sama rasanya, nyaman. Bedanya hari itu volume haid semakin sedikit. Jadi, darah haid yang tertampung nggak sampai 7,5 ml.
Semakin nyaman dan semakin membaik untuk keluar dan masukkan menstrual cup.
Hari Kelima
Rabu, 11 Agustus 2021
Darah haid semakin sedikit, mungkin nggak sampai 4 ml.
Nggak ada kebocoran sama sekali. Pokoknya aman sampai aku bingung mau jelasin apa lagi.
Apa aku akan pakai menstrual cup seterusnya?
Iya, ku akan pakai menstrual cup untuk siklus haid selanjutnya. Manfaat yang aku rasa lebih dominan daripada saat memakai pembalut. Mungkin, suatu saat akan menggunakan pembalut tapi dalam kondisi tertentu yang membuat aku nggak bisa menggunakan menstrual cup. Misal saat di tempat umum, karena sebelum menggunakan menstrual cup perlu sterilisasi dan agak memakan waktu.
Mungkin kamu masih berpikir menstrual cup hanya untuk yang sudah menikah, berhubungan seksual, dan melahirkan. Atau berpikir penggunaan menstrual cup dianggap nggak bisa digunakan untuk yang masih perawan, khawatir nggak perawan kalau memakai menstrual cup.
Itu kembali ke kepercayaan kamu, kalau aku nggak mengukur suatu keperawanan dari pemakaian menstrual cup.
Beberapa tweet dari perempuan yang memakai menstrual cup mewakili pendapat aku:

Memang seks edukasi dianggap tabu apalagi di negara ini. Aku sendiri tau menstrual cup dari beberapa tahun lalu dan baru merasa cukup research di usia 21 tahun. Rasanya kalau kenal dari dulu saat awal haid, aku akan pilih menstrual cup daripada pembalut.
Berapa Harga Menstrual Cup: Pilihan Untuk Setiap Kantong
Harga menstrual cup bervariasi tergantung pada bahan, kualitas cup, dan merek. Namun, secara umum harga menstrual cukup terjangkau untuk jangka panjang jika dibandingkan dengan penggunaan pembalut dan tampon sekali pakai secara terus menerus. Perlu diingat bahwa penggunaan menstrual dapat digunakan bertahun-tahun, sehingga investasi awal dalam pembelian menstrual cup yang terbilang cukup mahal (seenggaknya untuk aku) akan menghemat uang dalam jangka panjang. Selain itu menstrual cup lebih ramah lingkungan karena mengurangi sampah penggunaan pembalut dan tampon sekali pakai.

Aku memilih Soul Menstrual Cup Ring seharga Rp176.000 di Shopee (klik link di sini)
Tulisan ini dibuat untuk sharing pengalaman pertama kali pakai menstrual cup, kamu mungkin nggak menemukan jawaban yang kamu mau. Tapi, sharingku lewat tulisan ini adalah menjawab pertanyaan aku saat pertama kali research tentang menstrual cup. Aku harap kamu yang membaca tulisan ini terbantu dan bisa meyakinkan diri kamu.
Semoga kamu bisa menemukan menstrual cup untuk diri kamu ya!