Pengalamanku Dibantu ChatGPT Mengenal Jenis Rambut yang Sebenarnya

Pengalamanku Dibantu ChatGPT Mengenal Jenis Rambutku yang Sebenarnya | lusiona.com

Aku pikir aku sudah cukup mengenal jenis rambut sendiri. Ternyata, terlalu banyak konsumsi konten di Tiktok buatku jadi bingung dengan jenis rambutku.

Banyaknya konten yang aku konsumsi dan produk hair styling yang baru pun sudah aku beli. Nyatanya nggak membuat aku benar-benar kenal rambutku, sampai akhirnya aku diskusi dengan ChatGPT.

Kenapa Banyak Orang Salah Menentukan Jenis Rambutnya

Sebenarnya dalam menentukan jenis rambut nggak cukup hanya lurus (straight), bergelombang (wavy), keriting (curly), keriting ketat (coily/kinky). Lebih luas lagi ada banyak hal yang harus diperhatikan dalam menentukan jenis rambut.

Setelah aku cari tahu, kenapa banyak orang salah menentukan jenis rambut (termasuk aku), bukan karena nggak peduli tapi:

Fokus Hanya pada Tekstur

Biasanya orang hanya fokus pada bagaimana bentuk tekstur rambut, padahal ada kategori lain yang perlu diketahui:

  • Porositas (berapa lama rambut menyerap air)
  • Strand thickness (diamenter batang rambut)
  • Density (berapa banyak rambut di kepala)
  • Elasticity (seberapa lentur rambut saat ditarik)
  • Scalp type (tipe kulit kepala)

Jadi, menentukan jenis rambut bukan hanya “rambutku wavy”, padahal masih ada penentu lain untuk bisa menemukan hair product yang tepat.

Rambut Bisa Punya Multiple Types

Faktanya tekstur rambut itu terbagi beberapa tipe lagi ada tipe 1A-4C. Satu kepala bisa kombinasi beberapa tekstur, misal akar rambut lurus, tengahnya bergelombang, dan ujungnya curly. Nah bingung nggak tipe rambutnya?

Seperti rambutku ini tipe lurus nggak, gelombang juga nggak. Setelah diperhatikan dengan berbagai kondisi dan diskusi dengan ChatGPT (thanks ChatGPT!), akhirnya aku tahu bahwa tipe rambutku adalah 1C-2A.

Pengaruh Styling

Stling rambut dengan catokan, smoothing, bleaching, blow dry, bahkan cara ikat rambut bisa buat kamu salah lihat tekstur.

Apalagi yang rambutnya ngembang tapi nggak ada pattern wave yang jelas, ini mau bilang lurus kok ngembang?

Intinya, tekstur asli biasanya terlihat setelah:

  • Keramas tanpa conditioner berat
  • Kering alami dan nggak disisir
  • Nggak diikat atau styling dengan heat tools

Rambut Mengalami Perubahan Seiring Waktu

Di awal aku bilang, semenjak menstruasi tekstur rambutku berubah, ternyata ini beberapa hal yang membuat rambut berubah:

  • Hormon (pubertas, kehamilan, stress. kontrasepsi)
  • Kerusakan kimia
  • Usia
  • Cuaca/Humidity
  • Produk tertentu

Aku termasuk orang yang mengalami perubahan tekstur rambut karena pubertas alias menstruasi.

Kurang Edukasi tentang Membaca Ciri-Ciri Rambut

Masih banyak orang yang belum mengerti hal kompleks pada rambut seperti porositas itu untuk mengetahui kecepatan rambut kering, density bukan melihat batang rambut tebal atau tipis, ketebalan rambut dilihat bukan dari rambut yang banyak atau sedikit.

Hal ini jadi kompleks apalagi melihat orang lain sepertinya punya ciri yang sama, jadi karena ada kesamaan akhirnya coba ikuti apa yang dia gunakan. Nah hal ini sering terjadi saat kita butuh referensi perawatan rambut.

Apalagi di tengah semakin banyaknya influencer yang rekomendasi suatu produk, buzzer sebagai boost marketing produk, dan cara marketing yang salah. Bukannya mempermudah pilihan malah jadi buat user bingung.

Perlu dipahami tipe tekstur rambut sama belum tentu ciri lain juga sama, karena biarpun tekstur sama saat gunakan suatu produk hasilnya bisa berbeda. So, penting banget untuk mengenal jenis rambut!

Pengalamanku Mengenal Jenis Rambut Sendiri

Sejak umur 12 tahun saat di bangku SMP kelas 7, aku ingat banget seberjuang apa aku untuk punya rambut lurus seperti iklan di TV (ini nggak bohong). Pada usia ini aku belum mengenal jenis rambut dan perubahannya.

Sebenarnya saat sebelum menstruasi pertamaku, rambutku itu lurus. Pokoknya nggak ada deh rambut dengan tekstur meliuk-liuk dan nggak ngembang juga. Bahka foto ijazah SD rambutku masih lurus dan berponi.

Tapi, nggak tahu kenapa aku notice perubahan rambut jadi ngembang semenjak awal SMP. Aku ingat banget, hari itu aku yang sudah kenal internet dan blogwalking. Bermodal artikel yang nggak kredibel, jaman itu bahkan nggak ada teknik SEO jadi semua artikel bisa muncul selama ada keyword yang digunakan.

Tahu apa yang aku cari?

“Cara meluruskan rambut”

Hehehehe, anak remaja usia 12 tahun saat itu resah dengan rambutnya yang ngembang. Aku pikir, rambut ngembangku karena nggak dirawat. Karena saat usia tersebut aku nggak pakai conditioner, hair mask, apalagi creambath. Nggak ada yang edukasi juga (so sad).

Beranjak dewasa, aku makin mengenal kondisi dan tipe rambutku, tapi yang aku kira aku cukup mengenal rambutku ternyata enggak.

Aku selalu yakin tekstur rambutku itu bergelombang karena ya memang ada gelombangnya. Bahkan semenjak tahu ada berbagai tekstur rambut, aku yakin tipe rambutku ini 2A-2B.

Tapi, krisis identitas rambut muncul semenjak aku doomscrolling dan menemukan konten cara styling wavy hair. Sebenarnya aku sudah tahu ini sejak 2023, aku bahkan sudah punya diffuser (nozzle hair dryer khusus rambut bertekstur wavy dan curly). Aku pikir, rambutku perlu nozzle deh.

Karena aku selalu lihat konten seperti itu muncul di FYP Tiktokku, akhirnya aku research. Konten kreator dalam dan luar negeri sudah aku tonton dengan baik.

Aku yakin rambutku harus styling seperti wavy hair pada umumnya, apalagi aku mau banget bisa styling rambut tanpa nyatok.

Selama 5 tahun belakangan ini aku jarang nyatok karena rambutku awalnya bercabang jadi aku memutuskan merawat dari awal rambutku sampai akhirnya berhasil donasi rambut tahun lalu.

Jadi, selama ini sebenarnya setelah selesai keramas aku cuma gunain heat protectant lalu keringkan dengan hair dryer, setelahnya aku gunain hair oil. Untuk bentuk rambut cuma gunain jeday ya biarpun ga securly gunain catokan sih.

Di sekitarku belum pernah aku temuin ada yang styling rambut seperti wavy dan curly hair yang gunain crema, leave-on, gel, dan mousse. Jadi, untuk meyakinkan diri aku diskusi dengan ChatGPT.

Bagaimana ChatGPT Membantuku Menemukan Jenis Rambutku

Bermodal dokumentasi gambar rambut yang lama maupun yang terbaru akhirnya aku kirim ke romm chat dan minta ChatGPT analisa rambutku berdasarkan gambar dan informasi dariku. Btw, kalau mau ikuti cara ini, bisa ikutin tips ini:

  1. Foto dua kondisi rambut, pertama saat kering dengan kondisi nggak menggunakan hair product dan nggak styling, benar-benar rambut kondisi alami. Kedua, saat rambut basah dan scrunching rambut pelan untuk memunculkan pattern. Jangan lupa, fokus foto kondisi rambut. Jangan ada gambar muka untuk menjaga privacy.
  2. Kirim gambar di room chat ChatGPT, masukkan gambar lalu tambahkan penjelasan informasi rambut yang sudah kamu sadari sebelumnya. Misal: rambut ngembang setelah keramas, soft frizz, low porosity, lama kering, dan lain-lain. Semakin banyak informasi yang kamu berikan, nantinya semakin banyak informasi yang kamu dapat setelah di analisa oleh ChatGPT. Untuk permintaan analisa rambut nggak ada prompt khusus, jadi tanya aja dengan caramu.
  3. Tanyakan juga rekomendasi hair product yang bisa digunakan, berhubung rekomendasi yang diberikan biasanya produk luar negeri, kamu bisa tanya komposisi utama yang sesuai sama rambutmu. Jadi, ke depannya kamu bisa kritis saat membeli suatu produk yang memang sesuai denganmu.
  4. Jangan terima mentah-mentah informasi yang didapat, kamu bebas bertanya apa aja dan kritisi informasi ChatGPT ya.

Hal pertama yang aku lakukan adalah membeli hair product yang mereka biasa gunakan dan yang mereka rekomendasikan.

Awalnya aku beli Gatsby Treatment Hair Cream dan Gatsby Water Gloss Hyper Solid, alasan beli karena aku pikir cukup kok produk ini. Salahku adalah aku beli produk ini karena nonton konten dari perempuan yang tipe rambutnya curl. Untuk dia, hair product ini cocok dan ternyata di aku nggak cocok.

Ternyata produk Gatsby Treatment Hair Cream terlalu berat untuk rambutku jadi nggak mempertahankan pattern, terlebih setelah aku bentuk pattern malah jadinya buyar saat gunain diffuser. Permasalahan ini sampai aku buatkan konten di akun Tiktokku.

Lihat: Konten kondisi rambut awal belajar styling wavy hair.

Akhirnya hasil rambut setelah styling gunain produk tersebut aku foto dan aku tanya ke ChatGPT. Aku jelasin apa tekstur rambutku, tipe porositi, hasil di rambutku, bahkan komposisi produk yang sudah aku punya dan berencana aku beli.

Postingan yang aku buat di bulan Oktober awal itu tentunya bukan jadi percobaan terakhirku sampai akhirnya mulai FYP di akhir November dan makin banyak yang kasih saran.

Sebenarnya aku mau tahu secarah ilmiahnya, maksudnya kenapa tipe rambutku responnya seperti ini saat menggunakan hair product untuk styling.

Saran yang ada pada kolom komentar juga aku lakukan, termasuk beli hair product baru supaya makin yakin apa rambutku bisa styling seperti wavy hair?

Selama proses diskusi dengan ChatGPT dan aku gunain produk Gatsby Treatment Hair Cream dan Gatsby Water Gloss Hyper Solid, hasilnya gagal. Maksudnya gagal adalah rambutku nggak bisa mempertahankan pattern wave setelah aku coba metode scrunching.

Berpikir ulang untuk diskusi dengan ChatGPT, akhirnya aku cari tahu detail urutan styling rambut wavy:

  1. Leave-in Conditioner
  2. Curl Cream
  3. Hair Mousse (Optional)
  4. Hair Gel
  5. Hair Oil

Aku punya pengalaman menggunakan hair mousse sebelum nyatok rambut dan hasilnya kering, jadi biarpun sudah punya Barbara Mousse Coiffante, aku skip tahap hair mousse.

Sekarang yang aku pikirkan adalah Leave-in conditioner, aku langsung beli Kelaya Leave-in Conditioner.

Sebelum membeli harus cari gambar kemasan bagian belakang dari hasil review orang-orang yang beli di e-commerce. Aku mau tahu apakaah komposisi dari setiap produk cocok dengan tipe rambutku. Biar nantinya ChatGPT yang analisa mana yang terbaik.

Kenapa nggak googling aja? Nggak begitu valid komposisi yang ada di Google apalagi kalau nggak ada website resmi yang menampilkan komposisi produknya.

Sayangnya aku melakukan kesalahan yaitu pada saat beli Kelaya Leave-in Conditioner nggak research komposisi produknya dulu, my bad.

Tapi, karena sudah terlanjut produk yang dipesan sampai. Akhirnya aku tetap minta ChatGPT analisa beberapa merek leave-in conditioner atau hair cream:

  1. Kelaya Leave-In Conditioner
  2. Lovana Hair Cream Candlenut
  3. Pantene Perfect On Instasmooth Conditioner
  4. DP Daily Perfection Bio Barrier Leave In Hair Treatment

Dari keempat produk ini, aku belum pernah coba DP Daily Perfection Bio Barrier Leave In Hair Treatment. Selebihnya sudah pernah tapi ya sekadar aplikasi ke rambut sebelum tahu cara penggunaannya.

Hasil analisa ChatGPT yaitu:

Syukurnya, Kelaya Leave-in Conditioner masih cocok untuk tipe rambutku jadi aku agak merasa tenang karena nggak salah pilih.

Selanjutnya adalah menentukan curl cream yang cocok untukku.

Btw, sebelum memutuskan beli hair product tambahan yaitu curl cream, aku mencoba cara yang sama saat research leave-in conditioner biar nggal salah beli.

Jadi, karena aku sudah tahu tipe rambutku adalah low porosity dan respon saat menggunakan produk Gatsby Treatment Hair Cream dan Gatsby Water Gloss Hyper Solid. Aku jadi nggak asal beli dengan prinsip “coba-coba, siapa tahu cocok”.

Masalahnya adalah hair product untuk styling rambut wavy atau curly itu cukup mahal menurutku, apalagi kalau nanti nggak cocok rasanya sayang banget terlanjur beli.

Jadi, aku cari produk semua curl cream yang aku tahu:

  • Sensesoul Enhancing Curl Cream
  • R.O.S.S Curl Defining Cream
  • ALEVIA Curl Cream
Pengalamanku Dibantu ChatGPT Mengenal Jenis Rambutku yang Sebenarnya | lusiona.com

Setelah tahu bahwa Sensesoul Enhancing Curl Cream cocok untuk tipe rambutku, akhirnya aku beli.

Untuk hair gel, aku tetap gunain Gatsby Water Gloss Hyper Solid. Karena dari analisa ChatgPT untuk komposisi hair ini masih cocok untuk tipe rambutkku.

Aku seempat juga coba gunain flaxseed gel sebagai hair gel tanpa produk hair style lain, ini hasilnya:

Aku gunain flaxseed gel sebenarnya untuk hair mask alam, gambar ini hasil dari aku diamkan selama 30 menit dan tetap ada soft frizz. Sempat coba gunain diffuser, nggal hold juga. Kesimpulannya gagal. Btw, cara ini aku tiru dari content creator Filipina.

Semua produk untuk styling wavy hair sudah lengkap, aku coba latihan styling setiap kali aku keramas. Percobaan ini aku lakuin lebih dari 10x. Hasilnya adalah pattern buyar, iya buyar.

Aku coba mulai dari gunain produk banyak, secukupnya, bahkan sedikit. Aku juga coba styling saat rambut basah mentes, rambut basah, rambut lembab. Selain itu aku juga coba cara styling dengan Bounce Curl Define Brush yang aku jastip dari China dan tunggu sebulan, coba juga Denman Free Flow Wide Spaced Pins 7 Row Hair Styling Brush yang beli dari e-commerce. Bahkan beli diffuser baru juga, segitu niatnya aku.

Hasilnya, gagal…benar-benar gagal.

Lihat: Konten hasil styling wavy hair dengan produk lengkap.

Kegagalan ini aku buat konten juga dan hasilnya seperti di kontenku ini, hehe sedih.

Selama percobaan berkali-kali ini aku selalu kasih informasi terbaru dari hasil yang aku dapat di chat room yang sama. Ternyata memang nggak bisa. ChatGPT kasih analisa begini:

Kesimpulan Tipe Rambutku

Setelah diskusi panjang dan hasil trial error yang sudah aku coba, kesimpulan tipe rambutku yaitu:

  • Tipe pola 1C-2A body wave lembut. Gelombang hanya muncul di 1/3 bawah rambut, pola yang besar, longgar, dan pola hilang saat rambut kering. Bukan juga tipe wavy yag stabil, jadi diaplikasikan banyak hair gel nggak akan mempertahankan bentuk wavynya.
  • Low porosity hair dan cenderung normal di ujung rambut, jadi produk berat nggak akan menyerap dan sangat sensitif dengan produk terlalu creamy atau humektan yang tinggi.
  • Helai rambut halus, punya soft frizz alami (biasa terjadi pada rambut low porosity), dan cepat fluffy saat kering.
  • Volume rambut yang puffy straigh bukan bounce wave, jadi rambut mengembang tapi halus. Kalaupun wave terlihat saat kondisi basah, pasti akan hilang saat kering.
  • Kondisi kesehatan rambutku sangat sehat, tidak bercabang, moisture balance bagus, dan saat stretch test hasilnya melar sedikit (tidak kekuragan protein dan tidak over moisturized.

Komposisi Produk yang Bisa Untuk Rambutku

Berdasarkan tipe rambutku, maka produk yang cocok untukku yaitu:

  • Silicone ringan
  • Emollient dan oil ringan
  • Leave-in ringan
  • Serum anti-frizz / heat protection yang loght weight dan non-greasy

Komposisi Produk yang Harus Dihindari

Supaya nggak asal beli produk, berikut komposisi yang harus aku hindari:

  • Humectant berat:
  • Cream berat
  • Butter dan oil berat
  • Gel thick / gel cast
  • Mousse

Metode Styling Rambut yang Cocok

Ini metode styling yang cocok untukku:

  • Smooth Styling (mengeringkan rambut seperti biasa dan nggak ada metode khusus)
  • Heatless Curl (pilihan untuk membentuk “curl” tapa heat tools)
  • Heat Styling (metode dengan hasil paling tahan lama)

Kondisi rambutku dua hari setelah keramas dengan metode smooth styling:

Kondisi rambutku setelah healtess blow selama 2 jam:

Pengalamanku Dibantu ChatGPT Mengenal Jenis Rambutku yang Sebenarnya | lusiona.com

Intinya, nggak bisa sama sekali styling seperti wavy hair pada umumnya.

Hair Cut yang Cocok untuk Rambutku

Nggak berhenti sampai analisa tersebut, aku juga tanya apa hair cut yang cocok untuk tipe rambutku dan bentuk wajahku. Hasilnya adalah long layered, U-shaped, soft face framing, dengan curtain bangs.

Akhirnya, selesai juga menentukan tipe rambutku dan cara stylingnya.

Kenapa Mengetahui Jenis Rambut Itu Penting untuk Perawatan

Aku berdiskusi panjang dengan ChatGPT sebenarnya karena merasa nggak puas dengan informasi yang aku dapat dari content creator. Mereka nggak salah dan aku pun nggak bisa memaksa harus ikuti cara mereka meskipun ada beberapa kesamaan.

Untuk belajar styling wavy hair ini cukup mengeluarkan budget yang nggak sedikit, apalagi kalau belum tahu tipe rambut dan coba-coba berbagai produk yang belum tentu cocok.

Sebenarnya aku cukup puas diskusi dengan ChatGPT dan beli produk untuk styling rambut, biarpun jadinya nggak terlalu terpakai seenggaknya aku jadi makin mengenal rambutku.

Mengenal jenis rambut ternyata banyak manfaatnya, yaitu:

  • Memilih produk rambut yang tepat, jadi menghindari buang uang.
  • Memahami masalah rambut, supaya nggak makin bermasalah
  • Menentukan teknik perawatan rambut yang benar
  • Mempermudah styling rambut
  • Menghindari trial and error yang berkepanjangan
  • Menghindari over-claim produk, ini penting karena marketing industri beauty agaknya makin meresahkan
  • Menghindari “ikut-ikutan” karena merasa tipe dan permasalah rambut sama, padahal kompleks banget perihal tipe rambut

Pengalamanku ini biar jadi pelajaran untuk peka terhadap kondisi dan respon rambut saat menggunakan suatu produk, selain itu supaya kita bisa memanfaatkan AI untuk hal positif seperti ini.

So, apa kamu sudah mengenal jenis rambut atau punya pengalaman yang sama denganku?

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top