Pengalaman Donasi Rambut Pertama Kali

Pengalaman Donasi Rambut Pertama Kali | lusiona.com

Pernah nggak sih rasanya mau lakuin sesuatu yang sederhana tapi bermakna? Aku pernah dan aku memutuskan untuk donasi rambut kemarin. Keputusan ini muncul disaat aku nggak sengaja nonton konten orang luar negeri yang donasi rambutnya untuk penyintas kanker melalui Little Princess Trust. Akhirnya aku scroll lebih jauh konten donasi rambut dan ternyata banyak banget orang-orang yang sudah donasi rambut dan aku juga mau bisa donasi rambut.

Pengalaman Donasi Rambut Pertama Kali | lusiona.com
Pengalaman Donasi Rambut Pertama Kali | lusiona.com

Kenapa Memutuskan Donasi Rambut?

Aku sebenarnya nggak pernah kepikiran untuk donasi rambut, lagi pula dari dulu aku nggak mengerti cara merawat rambut. Aku cuma tau keramas dengan sampo dan keringkan secara alami, alias membiarkan rambut kering dengan kipas angin.

Biarpun mulai melek merawat rambut sejak 2018 tapi rambutku bercabang dan kusam, bahkan untuk panjangkan rambut lebih dari sedada aja nggak pernah. Jadi, sangat jelas aku nggak kepikiran donasi rambut dan merawat seadanya.

Tapi, semenjak lihat banyak orang yang sudah donasi rambut buat hatiku tergerak. Setelah melihat konten dari orang-orang penyintas kanker yang menerima wig hasil donasi rambut, benar-benar hatiku rasanya penuh dengan perasaan hangat.

Aku pikir, mereka bisa sehappy itu saat terima wig dari hasil donasi. Hari itu, aku jadi lebih semangat hidup. Bayangkan ya, rambut yang selama ini dirawat dengan baik bisa digunakan dan jadi semangat hidup orang lain. Aku berjanji ke diriku sendiri, sebelum meninggal dunia aku harus pernah donasi rambut.

Sayangnya di tahun 2021 bulan Februari aku terkena covid, selanjutnya rambutku jadi rontok parah. Padahal rambutku baru aja bertumbuh sepanjang dada. Karena aku nggak tahan dengan rontok parah saat itu, akhirnya aku putuskan untuk potong rambut. I’m super bummed, but I’m also kinda happy ‘cause I finally chopped off all the damaged hair – you know, the split ends, breakage, and dullness. Aku mencoba menyembuhkan diri dari covid dan mulai panjangkan rambut lagi setelahnya.

Sampai akhirnya tahun 2020 aku menemukan konten donasi rambut melalui Little Princess Trust, saat itu rasanya hati tergerak untuk panjangkan rambut. Untuk donasi ke Little Princess Trust minimal rambut yang didonasikan 17 cm. Aku mulai cari tahu apa ada yang dari Indonesia?

Proses Donasi Rambut

Setelah cari tahu, aku menemukan @donasi_rambut di Instagram. Mereka cukup aktif jadi aku yakin untuk donasi rambut melalui organisasi mereka. Ini hal yang harus diperhatikan sebelum donasi di @donasi_rambut:

  1. Rambut dipotong minimal 25 cm.
  2. Rambut keadaan bersih.
  3. Rambut diikat kencang dengan karet dan potong di atas ikatan karet.
  4. Simpan rambut ke dalam amplop atau plastik.
  5. Kirim ke alamat tujuan (cek website dan Instagram @donasi_rambut).

Kalau kamu penasaran, kamu bisa cek website mereka di donasirambut.com atau Instagram @donasi_rambut.

Tips Untuk Donasi Rambut

Kalau kamu tertarik untuk mencoba, menurutku ini beberapa hal yang aku lakukan sebelum akhirnya mendonasikan rambut.

1. Rawat Rambut dengan Baik

Semenjak serius ingin donasi rambut, aku mulai benar-benar merawat rambut dengan baik. Jadi, rambut yang didonasikan adalah rambut terbaikku. Kondisi rambut juga sehat, benar-benar nggak ada bercabang maupun patah sama sekali. Selain merawat rambut dengan beberapa produk, aku juga mulai jarang gunakan catokan. Penyebab rambutku cepat bercabang karena catokan, jadi aku berhenti catokan semenjak 2020 dan memotong bagian rambut rusak semenjak 2021. Menurutku, alangkah lebih baik bisa mendonasikan rambut terbaik yang aku usahakan daripada sekadar panjang dan panjang yang cocok untuk donasi.

2. Tentukan Target Panjang Rambut

Sebelum berencana panjangkan rambut, aku juga punya target untuk panjangkan rambut. Harapannya agar saat potong rambut minimal 25 cm jadinya rambutku nggak terlalu pendek. Bentuk wajahku nggak cocok rambut pendek, maka dari itu aku buat target untuk panjangkan rambut minimal sepusar, supaya nantinya saat dipotong paling pendek sebahu. Btw, aku berhasil donasi 29 cm (tanggung ya harusnya bisa 30 cm).

3. Pilih Lembaga yang Jelas

Sebelum donasi, ada baiknya research dulu lembaga atau organisasi yang jelas. Aku pilih @donasi_rambut karena riwayat mereka di media sosial bagus, jadi aku yakin untuk donasi ke sana. Selain itu, mereka juga aktif untuk sharing perihal pembagian donasi rambut ke penyintas kanker.

4. Siapkan Mental untuk Gaya Rambut Baru

Masih berhubungan dengan target panjang rambut, setelah rambut dipotong begitu panjang maka ini saatnya kamu bisa cari tahu model haircut apa yang cocok dengan kamu setelah potong jadi pendek. Setelah lebih dari setahun kamu panjangkan rambut, ini waktu yang tepat untuk eksplore model haircut yang kamu inginkan.

Bagaimana Rasanya Setelah Potong Rambut untuk Donasi Rambut?

Jujur, karena ini hal baru dan pertama buatku rasanya campur aduk. Baru kali ini aku berusaha panjangkan rambut demi orang lain. Ada rasa lega karena rambut panjang yang aku rawat baik selama 23 bulan lamanya bisa punya arti besar bagi penyintas kanker.

Perihal rambut jadi pendek, buatku nggak masalah. Karena aku sudah tahu cara untuk panjangkan rambut. Justru karena bisa panjangkan rambut dengan kondisi sehat ini buatku bangga. Nggak sia-sia perjuanganku selama ini meskipun rasanya berat juga punya rambut panjang hehehehehe.

Potong rambut untuk donasi rambut mungin terdengar sederhana, tapi dampaknya luar biasa. Kapan lagi rambutku bisa berguna untuk orang lain kan?

Well, kalau kamu punya niat yang sama, jangan ragu yang untuk mencoba. Selain memberikan manfaat bagi para penyintas kanker, ini juga jadi pengalaman yang nggak terlupakan.

Mungkin, beberapa tahun ke depan aku akan coba donasi rambut lagi? Who knows.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top