Sebelum aku bisa mendapatkan rambut sehat, dulu aku sering merasa bingung kenapa rambutku mengalami kerusakan seperti bercabang, rambut patah, bahkan mengalami perubahan warna di ujung rambut. Padahal jelas banget bahwa ini ciri dari rambut rusak.
Padahal kerusakan yang terjadi pada rambut karena kesalahan aku sendiri dan itu belum aku sadari sebelum akhirnya pelan-pelan aku mulai menghentikan kesalahan satu per satu.
Table of Contents
Berikut kesalahan yang aku lakukan sehingga menyebabkan rambut rusak:
1. Keramas Setiap Hari
Sebenarnya keramas setiap hari adalah preferensi pribadi, nggak ada salah atau benar. Kalau memang aktivitas yang berat menyebabkan rambut kotor entah karena debu atau minyak, tentu perlu keramas,
Tapi, kalau memang rambut masih bersih untuk 1-2 hari ke depan, ada baiknya nggak perlu keramas karena kandungan sampo seperti sodium lauryl sulfate dapat menghilangkan minyak alami rambut (sebum). Jika keramas setiap hari maka kelembaban alami yang diperlukan rambut akan hilang dan mengakibatkan rambut menjadi kering.
2. Mengikat Rambut Terlalu Kencang
Sebagai perempuan yang dari kelas 1 SD sudah wajib ikat rambut apalagi ikatan rambutnya pun cuma ponytail ketat, ternyata ikatan kencang ini membuat rambut rontok dan hairline yang semakin mundur. Selain itu, bekas ikatan rambut membuat rambut seperti bergelombang patah, hal ini begitu terlihat pada rambutku dengan tipe wavy.
3. Tidur dengan Rambut Basah
Kebiasaan tidur dengan rambut basah sudah aku lakukan sejak masih anak-anak, karena nggak ada yang mengajari jadi hal ini masih aku lakukan bahkan setelah lulus SMA. Ternyata rambut basah lebih elastis dan rentan gesekan, hal ini bisa menyebabkan kusut dan patah.
4. Jarang Potong Ujung Rambut
Selera rambutku dari dulu adalah rambut panjang, jadi nggak peduli kondisinya aku tetap pertahankan rambut panjangku yang ternyata malah kondisinya bercabang, patah, dan berubah warna.
Padahal ujung rambut yang bercabang bisa naik ke batang rambut jika tidak dipotong secara rutin. Mempertahankan rambut yang bercabang pun nggak ada artinya karena rambut terlihat kusam dan kering.
5. Terlalu Sering Menggunakan Alat Pemanas
Aku pertama kali menggunakan catokan sejak SMP, tapi aku nggak gunakan heat protectant. Akhirnya rambutku jadi kering banget dan tentunya rambut bercabang semakin parah yang mengakibatkan rambut rusak.
6. Tidak Hair Oiling Sebelum Keramas
Hair oiling itu ibarat pelindung rambut sebelum keramas. Terlepas apapun jenis oil yang digunakan, hair oiling sebelum keramas dapat membantu melembabkan, melindungi, dan menutrisi rambut agar tidak rusak akibat proses pencucian. Kebiasaan hair oiling ternyata bisa minimalisir rambut rusak.
Aku yang kenal hair oiling semenjak SMA berawal dari virgin coconut oil dan baru rutin menggunakan hair oiling sebelum keramas semenjak kuliah, sejujurnya berasa banget perbedaannya. Malah sampai hari ini, aku lebih pilih nggak keramas daripada nggak hair oiling terlebih dahulu.
7. Tidak Melakukan Deep Conditioning atau Hair Mask
Deep conditioner atau hair mask setelah keramas sebenarnya membantu menutrisi rambut, tanpa perawatan ini aku merasa rambut jadi lebih kering. Maka dari itu aku selalu menggunakan conditioner atau hair mask dan didiamkan 15-30 menit untuk melembabkan rambutku.
8. Tidak Menggunakan Handuk Microfiber
Siapa yang mengeringkan rambut dengan handuk badan atau malah handuk yang bukan berbahan microfiber?
Aku lah si pelaku itu, hal sepele ini tentunya buat rambut rusak.
Semenjak 2019, aku mulai memisahkan handuk untuk rambut menjadi handuk berbahan microfiber. Serat dari bahan microfiber jauh lebih kecil, sehingga lebih minim gesekan. Selain itu, handuk microfiber lebih cepat menyerap air tanpa perlu digosok.
9. Tidak Menjaga Pola Makan
Kalau mau rambut sehat, ternyata makan yang penting kenyang aja nggak cukup. Bahan baku utama rambut adalah protein,nah protein yang kurang ternyata mempengaruhi rambut yang akibatnya adalah rambut mudah rontok.
Selain itu, ada zat besi, vitamin A, B kompleks, C, omega-3, dan mineral yang jika kurang mengakibatkan rambut kering, rapuh, mudah patah, pertumbuhan lambat, dan ketombe.
10. Stress
Orang yang mudah stress seperti aku pada akhirnya akan berdampak nggak cuma dari segi kesehatan mental, tapi stress juga dapat mengganggu siklus pertumbuhan rambut.
Ada juga dampak dari stress pada rambut yang mungkin nggak disadari adalah menarik rambut tanpa sadar (trichotillomania), malas makan sehat, dan mengabaikan perawatan rambut.
Dari semua kesalahan yang aku lakukan mulai dari keramas setiap hari hingga stres, aku sadar bahwa rambut rusak terjadi dari kesalahanku yang sudah dilakukan cukup lama.
Sebelum pusing cara mengatasi rambut rusak, ada baiknya mengetahui apa kesalahan yang selama ini dilakukan. Supaya nanti saat proses merawat jadi nggak percuma karena telah berusaha memperbaiki dan meninggalkan kebiasaan buruk.
Kalau kamu sedang berusaha memperbaiki rambut yang rusak, aku harap daftar kesalahan yang pernah aku lakukan bisa kamu hindari sekarang.
Jangan tunggu rambut rusak baru mulai merawat, karena rambut sehat nggak bisa didapatkan dalam waktu semalaman.